Kelas : 1IC08
NPM : 27414640
PEMUDA DAN SOSIALISASI
Pemuda adalah golongan manusia manusia muda yang masih
memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat
melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung, pemuda di
Indonesia dewasa ini sangat beraneka ragam, terutama bila dikaitkan dengan
kesempatan pendidikan. Keragaman tersebut pada dasarnya tidak mengakibatkan
perbedaan dalam pembinaan dan pengembangan generasi muda.
Proses kehidupan yang dialami oleh para pemuda Indonesia tiap hari baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat membawa pengaruh yang besar pula dalam membina sikap untuk dapat hidup di masyarakat. Proses demikian itu bisa disebut dengan istilah sosialisasi, proses sosialisasi itu berlangsung sejak anak ada di dunia dan terus akan berproses hingga mencapai titik kulminasi.
Proses kehidupan yang dialami oleh para pemuda Indonesia tiap hari baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat membawa pengaruh yang besar pula dalam membina sikap untuk dapat hidup di masyarakat. Proses demikian itu bisa disebut dengan istilah sosialisasi, proses sosialisasi itu berlangsung sejak anak ada di dunia dan terus akan berproses hingga mencapai titik kulminasi.
Sosialisasi adalah sebuah proses
penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke
generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog
menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam
proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.
INTERNALISASI BELAJAR DAN SPESIALISASI BELAJAR
- Internalisasi Belajar
Internalisasi berarti perubahan.
Dalam hal ini, pemuda-pemuda di tuntut secara tidak langsung untuk melakukan
sebuah gerakan perubahan dalam masyarakat agar generasi muda saat ini bisa
lebih baik lagi dari sbeelumnya. Secara teori, Internalisasi memiliki berbagai
banyak pengertian diantaranya:
- Secara epistimologi
Internalisasi berasal dari kata intern atau kata internal
yang berarti bagian dalam atau di dalam. Sedangkan internalisasi berarti
penghayatan (Peter and Yeni, 1991: 576)
- Internalisasi adalah penghayatan
terhadap suatu ajaran, doktrin atau nilai sehingga merupakan keyakinan dan
kesadaran akan kebenaran doktrin atau nilai yang diwujudkan dalam sikap
dan perilaku (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002: 439).
- Internalisasi adalah pengaturan
kedalam fikiran atau kepribadian, perbuatan nilai-nilai, patokan-patokan
ide atau praktek-praktek dari orang-orang lain menjadi bagian dari diri
sendiri.
Dalam melaksanakan sebuah
internalisasi, dibutuhkan sebuah proses yang berlangsung dalam individu seorang
pemuda sepanjang hidupnya, agar segala emosi, bakat, serta jati diri dalam diri
seorang pemuda bisa di pakai dalam melakukan sebuah perubahan itu sendiri.
) Proses sosialisasi
Istilah sosialisasi menunjuk pada semua factor dan proses yang membuat manusia menjadi selaras dalam hidup ditengah-tengah orang kain. Proses sosialisasilah yang membuat seseorang menjadi tahu bagaimana mesti ia bertingkah laku ditengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Dari proses tersebut, seseorang akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya.
Semua warga negara mengalami proses sosialisasi tanpa kecuali dan kemampuan untuk hidup ditengah-tengah orang lain atau mengikuti norma yang berlaku dimasyarakat. Ini tidak datang begitu saja ketika seseorang dilahirkan, melainkan melalui proses sosialisasi.
b) Media Sosialisasi
• Orang tua dan keluarga
• Sekolah
• Masyarakat
• Teman bermain
• Media Massa.
c) Tujuan Pokok Sosialisasi
• Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.
• Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengenbangkankan kemampuannya.
• Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
• Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umum
Istilah sosialisasi menunjuk pada semua factor dan proses yang membuat manusia menjadi selaras dalam hidup ditengah-tengah orang kain. Proses sosialisasilah yang membuat seseorang menjadi tahu bagaimana mesti ia bertingkah laku ditengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Dari proses tersebut, seseorang akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya.
Semua warga negara mengalami proses sosialisasi tanpa kecuali dan kemampuan untuk hidup ditengah-tengah orang lain atau mengikuti norma yang berlaku dimasyarakat. Ini tidak datang begitu saja ketika seseorang dilahirkan, melainkan melalui proses sosialisasi.
b) Media Sosialisasi
• Orang tua dan keluarga
• Sekolah
• Masyarakat
• Teman bermain
• Media Massa.
c) Tujuan Pokok Sosialisasi
• Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.
• Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengenbangkankan kemampuannya.
• Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
• Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umum
PERANAN SOSIAL MAHASISWA DAN PEMUDA DI MASYARAKAT
PERAN SOSIAL
MAHASISWA DAN PEMUDA DIMASYARAKAT
a. Peranan pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungan.
b. Peranan pemuda yang menolak unsur menyesuaikan diri dengan lingkungannya
c. Asas edukatif
d. Asas persatuan dan kesatuan bangsa
e. Asas swakarsa
f. Asas keselarasan dan terpadu
g. Asas pendayagunaan dan fungsionaliasi
b. Peranan pemuda yang menolak unsur menyesuaikan diri dengan lingkungannya
c. Asas edukatif
d. Asas persatuan dan kesatuan bangsa
e. Asas swakarsa
f. Asas keselarasan dan terpadu
g. Asas pendayagunaan dan fungsionaliasi
Generasi
muda adalah the leader of tomorrow. Mengapa demikian?Hal ini dikarenakan
generasi pemuda adalah penerus bangsa yang akan memimpin suatu bangsa kelak di
masa yang akan datang. Mereka memiliki tanggung jawab untuk menjada serta
mengubah nasib suatu bangsa apakah menjadi lebih baik dari sebelumnya atau
mungkin sebaliknya. Generasi muda harus memiliki semangat dan kemauan untuk
membangun bangsa dengan cara menggali potensi serta bakat yang dimilikinya.
Dalam berbagai aspek pemuda memiliki peran yang penting misalnya sebagai
pelopor perubahan bangsa demi kepentingan bersama yang telah diimpikan seluruh
bangsa. Namun ternyata masalah dan potensi generasi muda masih memprihatinkan
karena berketidaksinambungan.
Perbedaan jaman dari Indonesia yang dulu dan sekarang tentu saja menimbulkan
masalah yang berbeda juga pada generasi muda saat ini. Berikut beberapa
masalah yang sering terjadi pada generasi muda di Indonesia saat ini :
a. Menurunnya jiwa idealisme, patriotisme,
dan nasionalisme dikalangan masyarakat, termasuk jiwa pemuda.
b. Ketidakpastian yang dialami oleh generasi
muda terhadap masa depannya.
c. Belum seimbangnya antara jumlah generasi
muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, baik formal dan informal.
Tinggimya jumlah putus sekolah yang tidak hanya merugikan generasi muda
sendiri, tetapi juga merugikan bangsa.
d. Kekurangan lapangan dan kesempatan kerja
serta tingginya tingkat pengangguran dan setengah pengangguran dikalangan
generasi muda mengakibatkan berkurangnya produktivitas nasional dan
memperlambat kecepatan laju perkembangan pembangunan nasional serta dapat
menimbulkan berbagai problem sosial lainnya.
e. Kurangnya gizi yang menghambat
perkembangan kecerdasan, dan pertumbuhan.
f. Masih banyaknya perkawinan dibawah umur.
g. Pergaulan bebas yang membahayakan sendi-sendi
moral bangsa.
h. Merebaknya penggunaan NAPZA dikalangan
remaja.
i. Belum adanya peraturanm perundangan yang
menyangkut generasi muda.
Dalam rangka memecahkan permasalahan generasi
muda diatas, diperlukan usaha-usaha terpadu, terarah dan berencana dari seluruh
potensi nasional dengan melibatkan generasi muda sebagai subjek pembangunan.
Organisasi-organisasi pemuda yang telah berjalan baik merupakan potensi yang
siap untuk dilibatkan dalam kegiatan pembangunan nasional.
Generasi muda
indonesia saat ini tidak hanya memiliki masalah tapi juga memiliki potensi yang
perlu dikembangkan. Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda
yang perlu dikembangkan adalah sebagai berikut :
a. Idealisme dan Daya Kritis
Secara sosiologis generasi muda belum mapan
dalam tatanan yang ada, sehingga ia dapat melihat kekurangan dalam tatanan dan
secara wajar mampu mencari gagasan baru. Pengejawantahan idealisme dan daya
kritis perlu dilengkapi landasan rasa tanggung jawab yang seimbang.
b. Dinamika dan Kreativitas
Adanya idealisme pada generasi muda,
menyebabkan mereka memiliki potensi kedinamisan dan kreativitas, yakni
kemampaun dan kesediaan untuk mengadakan perubahan, pembaharuan, dan
penyempurnaan kekurangan yang ada ataupun mengemukakan gagasan yang baru.
c. Keberanian Mengambil Resiko
Perubahan dan pembaharuan termasuk
pembangunan, mengandung resiko dapat meleset, terhambat atau gagal. Namun,
mengambil resiko itu diperlukan jika ingin memperoleh kemajuan. Generasi muda
dapat dilibatkan pada usaha-usaha yang mengandung resiko. Untuk itu diperlukan
kesiapan pengetahuan, perhitungan, dan keterampilan dari generasi muda sehingga
mampu memberi kualitas yang baik untuk berani mengambil resiko.
d. Optimis dan Kegairahan Semangat
Kegagalan tidak menyebabkan generasi muda
patah semangat. Optimisme dan kegairahan semangat yang dimiliki generasi muda
merupakan daya pendorong untuk mencoba lebih maju lagi.
e. Sikap Kemandirian dan Disiplin Murni
Generasi muda memiliki keinginan untuk selalu
mandiri dalam sikap dan tindakannya. Sikap kemandirian itu perlu dilengkapi
dengan kesadaran disiplin murni pada dirinya agar mereka dapat menyadari
batas-batas yang wajar dan memiliki tenggang rasa.
f. Terdidik
Walaupun dengan memperhitungkan faktor putus
sekolah, secara menyeluruh baik dalam arti kualitatif maupun dalam arti
kuantitatif, generasi muda secara relatif lebih terpeljar karena lebih
terbukanya kesempatan belajar dari generasi pendahulunya.
g. Keanekaragaman dalam Persatuan dan
Kesatuan.
Keanekaragaman generasi muda merupakan cermin
dari keanekaragaman masyarakat kita. Keanekaragaman tersebut dapat menjadi
hambatan jika dihayati secara sempit dan eksklusif. Akan tetapi, keanekaragaman
masyarakat Indonesia merupakan potensi dinamis dan kreatif jika ditempatka
dalam kerangka integrasi nasional yang didasarkan pada semangat sumpah pemuda
serta kesamaan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
h. Patriotisme dan Nasionalisme
Pemupukan rasa kebanggaan, kecintaan, dan
turut serta memiliki bangsa dan negara dikalangan generasi muda perlu
digalakkan karena pada gilirannya akan mempertebal semangat pengabdian dan
kesiapan mereka untuk membela dan mempertahankan NKRI dari segala bentuk
ancaman.
Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda
Pengertian
pokok pembinaan dan pengembngan generasi muda meliputi 2 hal, yaitu:
- Generasi muda sebagai objek
pembinaan dan pengembangan : generasi muda masih
memerlukan pembinaan dan pembekalan-pembakalan untuk menumbuhkan potensi
dan kemampuan ke tingkat optimal.
- Generasi muda sebagai
subyek : generasi muda mampu menyelesaikan masalah-masalah yang
dihadapi bangsa dengan kemampuan dan keahlian yang dimilikinya.
Menurut
pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda bahwa permasalahan generasi
muda dapat dilihat dari beberapa aspek sosial, yaitu :
- Sosial Psikologi
- Sosial Budaya
- Sosial Ekonomi
- Sosial Politik
Dari
aspek-aspek sosial di atas, masalah-masalah yang menyangkut generasi muda
adalah sebagai berikut :
- Menurunnya jiwa idealisme,
patriotisme, dan nasionalisme di kalangan masyarakat termasuk generasi
muda.
- Kekurangpastian akan masa depan
generasi muda.
- Belum seimbangnya fasilitas
pendidikan dengan jumlah generasi muda, baik formal ataupun nonformal.
- Kurangnya pengertian tentang
gizi dan menu seimbang di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah.
- Banyaknya pernikahan di bawah
umur.
- Adanya generasi mudayang
menderita fisik, mental, sosial yang membutuhkan usaha-usaha yang
lebih serius, agar mereka dapat berkembang menjadi masyarakat yang
produktif.
- Belum adanya perundang-undangan
yang menyangkut generasi muda.
- Meningkatnya kenakalan remaja
dan penggunaan narkotika.
- Masih adanya pergaulan bebas
PERGURUAN TINGGI DAN PENDIDIKAN
Bagaimana cara mengembangkan potensi generasi muda
Pengembangan potensi generasi muda dapat dilakukan dengan cara menjalankan program wajib belajar selama 12 tahun. Hal ini dilakukan agar tidak akan terjadi akibat seperti pengangguran semakin banyak, tidak adanya generasi muda yang produktif, maraknya perampokan dan pembunuhan dan kejahatan lainnya.
Saat
ini pemerintah memilki program sekolah gratis selama 9 tahun dan di daerah
khusus seperti Jakarta, untuk siswa-siswa yang kurang mampu telah diberikan
kartu pintar untuk tambahan uang saku dan pembelian alat sekolah siswa. Dan di
beberapa daerah lain sudah ada program Bantuan Operasional Sekolah (BOS). BOS
diberikan dengan tujuan untuk membantu sekolah dalam membeli fasilitas sekolah
yang digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar.
Individu
harus mengenyam pendidikan dikarenakan setiap individu harus sekolah Minimal
selama 12 tahun agar disaat seseorang beranjak dewasa, seseorang itu dapat
bermanfaat sebagai pemuda yang aktif di dalam lingkungan masyarakat dan akan
menjadi generasi penerus yang akan menjadi pemimpin yang baik mengerti rakyat
dan memajukan bangsa ini ke arah yang lebih baik
Pengertian pendidikan perguruan tinggi
Pendidikan adalah
usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki ilmu di bidang keinginannya masing-masing agar bermanfaat bagi
agama, keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Sedangkan
perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi
disebut Mahasiswa sedangkan tenaga pendidikan perguruan tinggi disebut dosen.
disinilah seseorang dapat mengembangkan lebih dalam lagi ilmu-ilmu yang telah
didapat dari pendidikan sebelumnya (SD,SMP,SMA), yang akan berpeluang besar
menggantikan generasi sebelumnya, dan dapat memajukan bangsa dan negaranya.
PERMASALAHAN YANG SAYA ALAMI
PERMASALAHAN YANG SAYA ALAMI
Semua manusia pasti mempunyai permasalahannya masing-masing dan berbeda juga untuk memecahkan masalah tersebut. Masalah itu ibaratkan seperti kita terjebak di dalam labirin yang berusaha untuk mencari jalan keluarnya, apabila kita memiliki masalah pasti ada jalan keluarnya tetapi hadapilah masalah itu dengan akal sehat kita untuk menyelesaikannya karna apabila kita menyelesaikan masalah tersebut dengan egois dan amarah maka yang ada masalahmu tak akan selesai.
Sebelumnya permasalah yang saya alami adalah yaitu ketika teman saya berkelahi dengan teman saya juga. Saya berusaha untuk menghentikan perkelahian dari ke dua temen saya dan saya menanyakan kepada mereka kenapa bisa berkelahi seperti ini. Ternyata ketika mendengar dari cerita mereka, mereka mrebutkan seorang perempuan. Saya berusaha untuk menjelaskan kepada mereka atau jalan keluarnya bahwa jangan karna perempuan persahabatan kita menjadi hancur. Carilah perempuan yang bisa di ajak bermain bersama sahabat kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar